Bambang Pamungkas menerima gaji sekitar 1,1 Milyar rupiah dari Persija Jakarta untuk musim kompetisi depan. Ini berarti Bambang menikmati uang pembayar pajak warga DKI sekitar 825 juta rupiah per tahun. Ini dihitung setelah Bambang harus membayar pajak penghasilan maksimal sebesar 25% dan pada umumnya pemain Indonesia tidak memiliki agen, jadi tidak ada potongan lainnya.
Bambang dibayar sekitar 69 juta perbulan, setara 15,8 juta perminggu, setara 2,6 juta perhari, setara sekitar 8 orang pembayar pajak motor yang mampir dengan sukarela di kantor samsat setiap harinya.
Tentunya Bambang harus bisa membayar semua uang itu dengan hiburan yang memikat, dan membuat warga DKI tersenyum (terhibur)
Tentunya Bambang harus bisa berprestasi paling tidak seperti yang dilakukan Bang Yos untuk Jakarta, kemungkinan gajinya juga tidak beda jauh.
Ini masalah keadilan….
Memang penggunaan APBD untuk klub sepakbola adalah suatu yang lumrah di Indonesia, untuk menghibur dari stress, saya memang termasuk yang terhibur. Tapi menggaji pemain dengan level gaji tertinggi di Indonesia dengan menggunakan uang APBD sepertinya kurang bijaksana.
Oke lah misalnya penggunaan uang APBD tidak bisa terhindarkan atau belum memungkinkan bagi klub-klub Liga Indonesia, tetapi mungkin akan bijaksana jika klub plat merah ini rasional dalam menggaji pemain. Misalnya dengan mencari pemain-pemain yang bergaji 10 juta per bulan, atau 120 juta pertahun. Setelah mereka mandiri silahkan bebas mencari pemain semahal apapun, uangnya juga uang sendiri.
Oke lah, udah terlanjur….gimana lagi.
Ya udah tinggal menunggu Bambang kita harapkan bekerja dengan baik, sebaik gajinya…


00.15
KABARI
0 komentar:
Posting Komentar